A.Pembibitan
Teknik pembibitan sukun yang dapat dilakukan adalah:
- Penempelan tunas (okulasi); bibit keluwih yang berumur 5 bulan biasanya telah siap diokulasikan dengan mata tunas dari pohon induk sukun yang terpilih.
- Pencangkokan; Dilakukan pada bagian cabang tanaman dewasa, batang/tunas/anakan alami dan pada bibit dipolibag. Untuk memperoleh hasil yang baik maka ranting yang akan dicangkok dipilih yang belum produktif, kulit cabang disayat 4-5 cm dan kambiumnya dikerik/dibersikan, kemudian luka sayatan tersebut ditutup media yang lembab berupa campuran tanah dan kompos, lalu dibngkus dengan plastik atau polibag.
- Pemidahan/penyapihan tunas alami, dapat dilakukan dengan memotong tunas yang tumbuh secara alami pada akar yang menjalar/menyembul di permukaan tanah, kemudian ditanam dipolibag.
- Stek akar, disarankan menggunakan stek akar dengan panjang 10-20 Cm dan diameter lebih dari 1 cm. Akar sukun yang dipilih untuk stek adalah akar yang tumbuh mejalar di atas permukaan tanah karena memiliki kemampuan hiduk lebih baik dibanding dengan akar yang menjalar dalam tanah. Akar yang telah distek ditanam dalam polibag dengan media pasir dan dideder dalam bedengan untuk ditutup dengan sungkup plastik.
- Stek batang dan pucuk; dilakukan dengan menggunakan bahan stek dari tunas-tunas yang tumbuh pada bibit stek akar. Bahan tanaman stek pucuk ditanam dalam polibag dengan media pasir yang steril.
- Kultur jaringan; dilakukan dengan menginduksi tuna pada media agar dalam kondisi aseptik.